Berawal dari Ancaman Hama Tikus, Mahasiswa UNESA Ciptakan Gagasan Inovasi MOSAI untuk Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia
SURABAYA - Ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang terus mendapat perhatian di Indonesia. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, serangan hama tikus masih menjadi masalah yang sering menyebabkan kerugian bagi petani dan menurunkan hasil produksi padi di berbagai daerah.
Permasalahan
tersebut mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
untuk menghadirkan sebuah ide inovatif melalui Program Kreativitas Mahasiswa
(PKM) Tahun 2026 bidang Video Gagasan Konstruktif (VGK). Gagasan tersebut
diwujudkan dalam inovasi bernama MOSAI,
sebuah sistem pengendalian hama tikus terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dengan
pendekatan deteksi pintar dan fumigasi.
Inovasi
ini dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Risma Dwy Ramadina,
Gabriela Palem Aprilia, Imro'atus Sholihah, Khoirunnisa Nur Afifah, dan
Muhammad Khofi Aulia di bawah bimbingan Dwi Anggorowati Rahayu, S.Si., M.Si.
Melalui
MOSAI, tim menawarkan konsep pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung
pengendalian hama yang lebih efektif. Sistem tersebut dirancang untuk membantu
mendeteksi aktivitas hama secara lebih cepat melalui pemanfaatan Artificial Intelligence yang
terintegrasi dengan sistem pemantauan deteksi pintar.
Risma
sebagai ketua tim menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka
peluang besar untuk diterapkan pada sektor pertanian. Namun penerapan teknologi
di tingkat petani masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan
akses terhadap sistem monitoring yang mampu memberikan informasi secara real time.
MOSAI
hadir sebagai salah satu alternatif solusi yang menghubungkan kebutuhan
pertanian dengan perkembangan teknologi digital. Dengan memanfaatkan data
lapangan yang dianalisis menggunakan AI, sistem ini diharapkan mampu membantu
proses pengendalian hama tikus secara lebih cepat dan aman.
Inovasi
tersebut mendapat apresiasi melalui keberhasilanya dalam pendanaan Program
Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Tahun 2026.
Capaian ini menunjukkan bahwa ide-ide mahasiswa memiliki potensi besar untuk
menjawab berbagai tantangan permasalahan nasional. Lebih dari sekadar inovasi
teknologi, MOSAI juga tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas padi,
namun juga mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai
bentuk komitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai gagasan inovasi yang
dikembangkan, tim MOSAI juga aktif membagikan informasi, perkembangan program,
serta berbagai konten edukatif melalui media sosial resmi mereka. Masyarakat
dapat mengikuti perjalanan dan perkembangan MOSAI melalui akun Instagram
@mosai.unesa, TikTok @mosai.unesa, serta YouTube @MOSAIUNESA.
Melalui
platform tersebut, tim berharap dapat memperluas jangkauan edukasi mengenai
pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian serta mengajak generasi muda untuk
lebih peduli terhadap isu ketahanan pangan dan inovasi berbasis teknologi.